Jumat, 15 April 2011

Resep Makanan Sehat, Aman dan Halal

Nama : Setivayana
NPM : 28210034

Sejak beberapa hari saya banyak merenung ... terutama karena " tanggal tua " sehingga untuk membeli makan siang di kantor pun sudah tidak bisa, saya lalu berpikir keras bagaimana menyiasatinya yaa... Akhirnya saya berinisiatif untuk membawa makanan dari rumah sehingga saya mencari resep makanan yang saya sukai yang penting aman, sehat dan murah he...he...he...dan dibawah ini contoh makanan yang saya sukai

silahkan dibaca..

1. Resep Makanan Ayam Goreng Tepung

Bahan:
  
200 gr daging ayam 
2 siung bawang putih, haluskan 
garam dan merica bubuk secukupnya 
100 gr tepung maizena 
minyak goreng secukupnya

Cara Membuat:
  
- Iris daging ayam, beri bawang putih halus, garam dan merica bubuk secukupnya 
- Taburi tepung maizena hingga rata, lalu goreng dalam minyak panas hingga matang. angkat 
- Hidangkan bersama irisan jeruk nipis dan saus tomat

2. Resep Masakan - Rendang Telur

Bahan:
 

8 butir telur 
5 bh bawang merah 
2 bh bawang putih 
1/2 ruas lengkuas 
4 bh cabe merah 
1/2 ruas kunyit 
1 lbr daun kunyit 
jahe

Cara memasak:
 

- Haluskan semua bumbu kecuali lengkuas dan daun kunyit 
- Masukkan sedikit minyak kemudian tumis hingga baunya harum 
- Masak dalam santan kental kemudian masukkan telur yang sudah direbus terlebih dahulu. 
- Memarkan lengkuas dan daun kunyit kemudian masukkan kedalam masakan 
- Masak hingga minyak keluar dan agak kering. 
- Angkat dan hidangkan.

Selasa, 12 April 2011

APBN dan Perdagangan Internasional

Nama : Setivayana

NPM : 28210034

APBN
 
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara adalah suatu daftar atau penjelasan terperinci mengenai penerimaan dan pengeluaran Negara untuk suatu jangka waktu tertentu bisanya satu tahun.

Tujuan APBN adalah untuk memelihara stabilitas ekonomi dan mencegah terjadinya anggaran yang deficit.

Fungsi APBN adalah :

a. Fungsi alokasi

Anggaran pendapatan Negara merupakan sumber anggaran biaya yang harus dikeluarkan oleh Negara. Dengan masuknya sumber pendapatan ke kas Negara maka Negara atau pemerintah dapat menggunakan pendapatan ini untuk pembiayaan program pembangunan dan mengalokasikan dana tersebut sesuai dengan sasaran – sasaran yang dituju.

b. Fungsi distribusi

Sumber endapatan Negara yang berasal dari rakyat harus digunakan untuk kepentingan umum, namun dapat juga disalurkan kembali kepada masyarakat. Misalnya subsidi pupuk, subsidi BBM dan listrik.

c. Fungsi stabilitas

Anggaran pendapatan Negara dilaksanakan untk mengatur perekenomian dan pemerintahan dengan baik. Pelaksanaan anggaran sebaiknya dilaksanakan sesuai dengan disiplin anggaran. Apabila semua yang tercantum dalam anggaran itu tidak dilaksanakan maka penyusunan APBN tidak ada artinya

Kebijakan Anggaran / Politik Anggaran :

1. Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan Fiskal Ekspansif

Anggaran defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian. Umumnya sangat baik digunakan jika keaadaan ekonomi sedang resesif.

2. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif

Anggaran surplus adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya. Baiknya politik anggaran surplus dilaksanakan ketika perekonomian pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan permintaan.

3. Anggaran Berimbang (Balanced Budget)

Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan. Tujuan politik anggaran berimbang yakni terjadinya kepastian anggaran serta meningkatkan disiplin.




PERDAGANGAN INTERNASIONAL


1. Pengertian Perdagangan Internasional

Pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendiri, demikian halnya negara. Setiap negara membutuhkan negara lain untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya agar dapat hidup makmur dan sejahtera. Kerja sama dalam bentuk hubungan dagang antarnegara sangat dibutuhkan oleh setiap negara. Hal ini disebabkan setiap negara tidak dapat menghasilkan semua barang dan jasa yang dibutuhkan oleh rakyatnya. Selain itu, juga disebabkan adanya perbedaan sumber daya yang dimiliki, iklim, letak geografis, jumlah penduduk, pengetahuan, dan teknologi. Alasan-alasan inilah yang menyebabkan munculnya perdagangan internasional. Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan suatu negara dengan negara lain atas dasar saling percaya dan saling menguntungkan. Perdagangan internasional tidak hanya dilakukan oleh negara maju saja, namun juga negara berkembang. Perdagangan internasional ini dilakukan melalui kegiatan ekspor impor. Ekspor adalah kegiatan menjual barang dan jasa dari dalam negeri ke luar negeri. Adapun impor adalah kegiatan membeli barang dan jasa dari luar negeri ke dalam negeri. Dengan melakukan perdagangan internasional melalui kegiatan ekspor impor, negara maju akan memperoleh bahan-bahan baku yang dibutuhkan industrinya sekaligus dapat menjual produknya ke negara-negara berkembang. Sementara itu, negara berkembang dapat mengekspor hasil-hasil produksi dalam negeri sehingga memperoleh devisa. Negara berkembang juga membutuhkan pinjaman dalam bentuk investasi dan modal yang dapat diperoleh dari negara-negara maju. Devisa dan pinjaman dalam bentuk investasi dan modal ini dapat digunakan negara berkembang untuk memajukan perekonomian dalam negerinya.
  
2. Hambatan  Perdagangan  Internasional

Setiap negara selalu menginginkan perdagangan yang dilakukan antarnegara dapat berjalan dengan lancar. Namun, terkadang kegiatan perdagangan antarnegara juga mengalami beberapa hambatan. Hambatan-hambatan inilah yang dapat merugikan negara-negara yang melakukan perdagangan internasional. Berikut ini beberapa hambatan yang sering muncul dalam perdagangan internasional.


a. Perbedaan Mata Uang Antarnegara


Pada umumnya mata uang setiap negara berbeda-beda. Perbedaan inilah yang dapat menghambat perdagangan antarnegara. Negara yang melakukan kegiatan ekspor, biasanya meminta kepada negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata uang negara pengekspor. Pembayarannya tentunya akan berkaitan dengan nilai uang itu sendiri. Padahal nilai uang setiap negara berbeda-beda. Apabila nilai mata uang negara pengekspor lebih tinggi daripada nilai mata uang negara pengimpor, maka dapat menambah pengeluaran bagi negara pengimpor. Dengan demikian, agar kedua negara diuntungkan dan lebih mudah proses perdagangannya perlu adanya penetapan mata uang sebagai standar internasional.


b . Kualitas Sumber Daya yang Rendah


Rendahnya kualitas tenaga kerja dapat menghambat perdagangan internasional. Mengapa? Karena jika sumber daya manusia rendah,
maka kualitas dari hasil produksi akan rendah pula. Suatu negara yang memiliki kualitas barang rendah, akan sulit bersaing dengan barang-barang yang dihasilkan oleh negara lain yang kualitasnya lebih baik. Hal ini tentunya menjadi penghambat bagi negara yang bersangkutan untuk melakukan perdagangan internasional.


c . Pembayaran Antarnegara Sulit dan Risikonya Besar


Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional, negara pengimpor akan mengalami kesulitan dalam hal pembayaran. Apabila membayarnya dilakukan secara langsung akan mengalami kesulitan. Selain itu, juga mempunyai risiko yang besar. Oleh karena itu negara pengekspor tidak mau menerima pembayaran dengan tunai, akan tetapi melalui kliring internasional atau telegraphic transfer atau menggunakan L/C.


d . Adanya Kebijaksanaan Impor dari Suatu Negara


Setiap negara tentunya akan selalu melindungi barang-barang hasil produksinya sendiri. Mereka tidak ingin barang-barang produksinya tersaingi oleh barang-barang dari luar negeri. Oleh karena itu, setiap negara akan memberlakukan kebijakan untuk melindungi barang-barang dalam negeri. Salah satunya dengan menetapkan tarif impor. Apabila tarif impor tinggi maka barang impor tersebut akan menjadi lebih mahal daripada barang-barang dalam negeri sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi kurang tertarik untuk membeli barang impor. Hal itu akan menjadi penghambat bagi negara lain untuk melakukan perdagangan.


e . Terjadinya Perang


Terjadinya perang dapat menyebabkan hubungan antarnegara terputus. Selain itu, kondisi perekonomian negara tersebut juga akan mengalami kelesuan. Sehingga hal ini dapatmenyebabkan perdagangan antarnegara akan terhambat.


f . Adanya Organisasi-Organisasi Ekonomi Regional
  
Biasanya dalam satu wilayah regional terdapat organisasiorganisasi ekonomi. Tujuan organisasi-organisasi tersebut untuk memajukan perekonomian negara-negara anggotanya. Kebijakan serta peraturan yang dikeluarkannya pun hanya untuk kepentingan negaranegara anggota. Sebuah organisasi ekonomi regional akan mengeluarkan peraturan ekspor dan impor yang khusus untuk negara anggotanya. Akibatnya apabila ada negara di luar anggota organisasi tersebut melakukan perdagangan dengan negara anggota akan mengalami kesulitan 

2. Neraca Pembayaran   

Kebijaksanaan neraca pembayaran merupakan bagian inte- gral dari kebijaksanaan pembangunan dan mempunyai peranan penting dalam pemantapan stabilitas di bidang ekonomi yang diarahkan guna mendorong pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan perluasan kesempatan kerja. Di samping itu juga diusahakan tercapainya perubahan fundamental dalam struktur produksi dan perdagangan luar negeri sehingga dapat mening­katkan ketahanan ekonomi Indonesia terhadap tantangan-tan­tangan di dalam negeri dan keguncangan-keguncangan ekonomi dunia, seperti yang digariskan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara.

Di bidang perdagangan, kebijaksanaan ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri dalam negeri, menunjang pengembangan ekspor nonmigas, memelihara ke­stabilan harga dan penyediaan barang-barang yang dibutuhkan       di dalam negeri serta menunjang iklim usaha yang makin mena-      rik bagi penanaman modal. Kebijaksanaan di bidang pinjaman     luar negeri melengkapi kebutuhan pembiayaan pembangunan di dalam negeri, dan diarahkan untuk menjaga kestabilan perkem­bangan neraca pembayaran secara keseluruhan. Kebijaksanaan  kurs devisa diarahkan untuk mendorong ekspor nonmigas dan mendukung kebijaksanaan moneter dalam negeri.

Senin, 04 April 2011

Struktur Produksi

BAB IV

STRUKTUR PRODUKSI

Nama : Setivayana
NPM : 28210034

A. Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional adalah pendapatan yang diterima oleh suatu negara selama satu tahun yang diukur dengan nilai uang. Pendapatan Nasional merupakan salah satu indikator berhasil atau tidaknya perekonomian suatu negara.
Dilihat dari segi kegiatan ekonomi negara, pengertian pendapatan nasional adalah sebagai berikut.

* Pendekatan atau Metode Produksi

Dalam metode ini, cara yang dilakukan adalah menjumlahkan seluruh pengeluaran dari berbagai pembelian dalam masyarakat, yang perlu diperhatikan adalah pengeluaran yang dihitung bukanlah nilai dari setiap transaksi barang jadi, dengan maksud perhitungan ganda.

Pengeluaran yang dimaksud berasal dari empat sektor yaitu sebagai berikut :
a. Sektor rumah tangga ( C )
b. Sektor produsen atau pengusaha ( I )
c. Sektor rumah tangga pemerintah ( G )
d. Sektor luar negeri atau ekspor bersih ( X-M )
Pendapatan nasional yang dihasilkan dari metode ini adalah Produk Nasional Bruto atau Gross National Product.
Jika dirumuskan sebagai berikut :

Y= C + I + G + ( X-M )

Keterangan :
Y = Pendapatan Nasional
C = Consumption ( pengeluaran konsumen )
I  = Investasi ( pengeluaran penguasa )
G = Government expenditure ( pengeluaran pemerintah )
X-M = Ekspor neto ( pengeluaran perdagangan dalam negeri )

Pendapatan nasional yang dihasilkan dari metode ini adalah Produk Nasional Bruto atau Gross Nasional Product.

Konsep - konsep yang terdapat pada pendapatan nasional antara lain sebagai berikut :

1. Gross Domestic Product ( GDP ) atau Product Domestic Bruto

GDP adalah semua barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam jangka waktu tertentu dalam kurun waktu satu tahun, termasuk barang dan jasa yang dihasilkan oleh orang lain dari perusahaan asing di dalam Negeri.
Jika dirinci komposisi GDP adalah sebagai berikut :
a. Sektor Primer      : Pertanian dan Pertambangan
b. Sektor Sekunder : Industri dan Konstruksi
c. Sektor Tersier     : Perbankan, perdagangan dan perhubungan

2. Gross National Product ( GNP ) atau Produk Nasional Bruto

GNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh warga negara dari suatu negara dalam suatu periode tertentu. GNP dinilai berdasarkan harga pasar yang berlaku. Barang-barang dan jasa yang dihitung dalam GNP adalah semua barang dan jasa akhir atau semua nilai tambah yang dihasilkan oleh warga negara dalam suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Barang-barang dan jasa akhir adalah barang dan jasa yang dikonsumsi terakhir dengan kata lain yang dikonsumsi oleh konsumen akhir.
Jika dirumuskan sebagai berikut :

GNP = GDP - pendapatan Neto terhadap luar negeri

3. Net National Product ( NNP ) atau Produk Nasional Neto

NNP adalah nilai pasar semua benda dan jasa yang dihasilkan dalam jangka waktu satu tahun dikurangi dengan penyusutan-penyusutan untuk mengganti barang-barang modal ( depreciation ). Istilah umum yang sering dipakai untuk NNP adalah National Product ( Produk Nasional ).
Secara matematis rumus untuk menghitung produk nasional neto adalah sebagai berikut :

NNP = GNP - ( depreciation + replacement )

4. Net National Income ( NNI ) atau Pendapatan Nasional Neto

Terjadi apabila NNP dikurangi dengan pajak-pajak tidak langsung maka akan di dapatkan hasil yang dinamakan Net National Income ( NNI ). Secara matematis, rumus untuk menghitung pendapatan nasional neto adalah sebagai berikut :

NNI = NNP - pajak tidak langsung

National Income atau Pendapatan Nasional dapat ditinjau dari dua sudut yaitu sebagai berikut :
a. Sudut Pendapatan
National Income dipandang dari sudut pendapatan ialah jumlah dari semua pendapatan yang diterima oleh semua pihak faktor produksi yaitu upah + bunga neto dari modal + sewa + keuntungan badan usaha + unicorporated interpries.
b. Sudut Produksi
National Income dipandang dari sudut produksi ialah jumlah nilai bersih dari semua barang dan jasa yang dihasilkan dalam jangka waktu satu tahun yang dimulai menurut harga pasar yang berlaku.

5.Personal Income ( PI ) atau Pendapatan Perseorangan

PI adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat. Untuk mencari besarnya Personal Income dapat dilihat dari dua segi yaitu :

a. Segi teknis Perhitungan Pendapatan

Personal Income adalah NNI dikurangi dengan laba ditahan, pajak perseorangan, iuran jaminan sosial, dan ditambah transfer payment ( bantuan, sumbangan, beasiswa, atau subsidi ). Jika dirumuskan adalah sbb :

PI = ( NNI + transfer payment + dividen ) - ( keuntungan perusahaan + sumbangan subsidi )

b. Segi produk yang dihasilkan
- Pendapatan asli adalah pendapatan yang diterima oleh setiap orang yang langsung turut serta dalam produksi barang - barang.
Pendapatan turunan atau pendapatan sekunder ialah pendapatan dari golongan penduduk lainnya yang tidak langsung turut dalam produksi barang.

6. Pendapatan yang Baru Diterima dan Pendapatan yang Siap Dibelanjakan

Dari pendapatan ini seseorang harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar pajak perseorangan yang sifatnya langsung. Setelah pendapatan perseorangan dikurangi dengan pajak tersebut maka akan di peroleh pendapatan yang siap untuk di belanjakan. Secara matematis rumus untuk menghitung pendapatan yang siap di belanjakan adalah :

 DI = PI - pajak langsung ------> Tabungan ( S ) = DI - konsumsi

B. Kemiskinan

Kemiskinan adalah manifestasi dari keadaan kekurangan dan keterbelakangan masyarakat. Di Indonesia batas garis kemiskinan yang di tetapkan oleh Badan Pusat Statistik ( BPS ) yang mengacu kepada kebutuhan  minimum 2100 kilo kalori perkapita per hari, ditambah kebutuhan minimum non makanan yang merupakan kebutuhan dasar seseorang yang meliputi sandang, pangan, papan, sekolah, transportasi dan lain-lain.

Macam-macam kemiskinan adalah sebagai berikut :

a. Kemiskinan Mutlah ( absolute ) yaitu kemiskinan yang di sebabkan karena tingkat pendapatannya tidak dapat menutup kebutuhan hidup minimum.
b. Kemiskinan relatif yaitu kemiskinan yang lebih banyak di tentukan oleh keadaan lingkungan sekitarnya.
c. Kemiskinan Struktural yaitu kemiskinan yang disebabkan karena  adanya ketimpangan dalam struktur ekonomi suatu negara.
d. Kemiskinan sosial budaya yaitu kemiskinan yang dikaitkan dengan nilai-nilai budaya masyarakat.

Program penanggulangan kemiskinan yang langsung diarahkan kepada penduduk miskin antara lain sebagai berikut :

a. Penyediaan kebutuhan pokok untuk keluarga miskin.
b. Pengembangan sistem jaringan sosial.
c. Pengembangan budaya masyarakat miskin.